Thailand Berencana Gelar Lelang Spektrum 5G Pada 2020

Jakarta, Selular.ID – Regulator telekomunikasi Thailand mengumumkan rincian lelang spektrum 5G yang dijadwalkan akan dimulai pada Februari 2020, dengan lisensi yang akan dikeluarkan di empat band, sementara target peluncuran akan dimulai pada Maret 2020.

Harian The Nation melaporkan bahwa Komisi Penyiaran dan Telekomunikasi Nasional (NBTC) akan melelang spektrum pertama di pita 2600MHz dan 26GHz, dan kemudian di pita 700MHz dan 1800MHz.

Sebanyak 190MHz gelombang udara 2600MHz akan dirilis dalam blok 10MHz, sedangkan 2700MHz di pita 26GHz akan dibagi dalam 100MHz blok. Harga cadangan untuk kedua band ini akan diumumkan pada akhir Oktober 2019.

Meski bersifat lelang terbuka, penguasaan frekwensi maksimum operator akan dibatasi hingga 100MHz di pita 2600MHz dan 1200MHz di 26GHz.

NBTC merinci pada pertengahan 2020, tiga blok 5MHz spektrum 700MHz akan dijual dengan harga cadangan THB17,58 miliar (USD581 juta) per blok. Spektrum 1800MHz akan dipecah menjadi tujuh blok 5MHz, dengan harga awal THB12,5 miliar per lisensi.

BRTI Thailand itu, menargetkan dapat menyelesaikan rincian lelang bulan depan dan mengundang peserta lelang pada tanggal 20 Desember, imbuh The Nation.

Ini adalah upaya ketiga NBTC untuk mengadakan lelang spektrum 5G. Regulator telekomunkasi negeri Gajah Putih itu, pertama kali merinci rencana untuk melelang spektrum 2,6GHz pada 2016. Diharapkan pada 2017 sudah dapat dilakukan proses pelelangan.

Namun hingga akhir 2017, tak ada kelanjutan dari proyek strategis tersebut. NBTC lebih memiilih untuk menunda rencana lelang, meski tanpa ada pengumuman resmi.

Pada Januari 2019, NBTC menguraikan lagi rencana untuk menggelar lelang di 6GHz, 28GHz dan 2,6GHz band. NBTC bahkan mendirikan tim khusus untuk merancang kondisi untuk ini.

Diketahui, tiga operator masing-masing Dtac, TOT dan CAT Telecom kemudian bergabung untuk mempersiapkan uji jaringan 5G di dua universitas.

Sekretaris Jenderal NBTC Takorn Tantasith mengungkapkan bahwa Thailand memiliki potensi untuk meluncurkan teknologi 5G, karena infrastruktur yang disiapkan oleh sektor swasta.

Thakorn juga mencatat bahwa dalam dua tahun, Thailand akan menghapus teknologi 2G, yang akan memengaruhi sekitar 700.000 – 800.000 pengguna. Thailand saat ini memiliki sekitar 113 juta angka aktif menggunakan layanan 3G dan 4G.

Teknologi 5G akan memungkinkan pengguna untuk mentransfer file dan informasi dengan kecepatan hingga 5,7 gigabit per detik, atau 100 kali lebih cepat dari teknologi 4G saat ini, sekaligus mengurangi latensi dengan faktor lima dari 10 milidetik saat ini.

sumberhttps://selular.id/2019/10/thailand-berencana-gelar-lelang-spektrum-5g-pada-2020/

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply