Ini Ketentuan Jastip Untuk Ponsel

Jakarta, Selular.ID – Jasa titip atau jastip, adalah fenomena yang terjadi, ketika ingin mendapatkan barang yang tidak tersedia di Indonesia, atau barang yang di jual lebih murah dari harga di Indonesia.

Namun jastip ini kerap digunakan sejumlah ‘pedagang’ yang membawa ponsel dalam jumlah puluhan unit ke Indonesia. Padahal, sudah ada aturan yang memperbolehkan barang yang bisa dibawa pulang, dan aturan itu menyebutkan ponsel tidak boleh dibawa lebih dari dua unit.

Menurut Heru Pambudi, Direktur Jenderal Bea dan Cukai, kalau barang di bawah US$500 atau Rp7 juta itu tidak dikenakan biaya masuk, hanya Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 10 persen.

“Selain PPN, online shop jastip ponsel juga akan dikenakan biaya Pajak Penghasilan sebesar 7,5 persen. Adapun batasan membawa ponsel dari luar negeri adalah dua, tidak boleh lebih,” ujar Heru, di Jakarta (18/10/19).

Baca Juga :Aturan IMEI Ditandatangani, Pemerintah Butuh 6 Bulan Masa Transisi

Namun dengan adanya aturan IMEI yang telah ditandatangani tiga kementeriaan, yaitu  kementerian Perindustrian (Kemenperin), kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), dan kementerian Perdagangan, membuat jastip lebih teratur.

Tidak hanya itu, setelah dilakukan penandatanganan dan usai masa transisi selama enam bulan,  ponsel Black Market (BM) yang belum terdaftar, terancam tidak lagi dapat digunakan. Untuk bisa kembali digunakan, masyarakat hanya perlu melakukan registrasi.

Heru menyarankan, supaya masyarakat membeli ponsel resmi karena barang legal bisa meningkatkan pendapatan negara dan tidak lagi harus berurusan dengan perpajakan, serta mampu menekan kerugian yang mencapai  Rp 2,8 triliun per tahunnya karena ponsel BM.

sumberhttps://selular.id/2019/10/ini-ketentuan-jastip-untuk-ponsel/

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply