Google Berencana Akuisisi Pesaing TikTok, Firework

Jakarta, Selular.ID – Google dilaporkan tertarik untuk membeli Firework yang berbasis di AS. Firework adalah aplikasi video sosial yang memungkinkan pengguna berbagi video pendek seperti TikTok yang belakangan semakin mendunia.

Menurut sebuah laporan di The Wall Street Journal, platform micro-blogging Cina Weibo juga menunjukkan minat untuk memperoleh Firework tetapi “pembicaraan dengan Google masih berjalan”.

Berbasis di Redwood City, California, Firework yang memasuki India pada bulan lalu bernilai lebih dari US$ 100 juta dalam putaran penggalangan dana awal tahun ini. Sedangkan induk TikTok, ByteDance yang berbasis di Beijing, China, bernilai sekitar US$ 75 miliar.

Firework adalah bagian dari rangkaian aplikasi yang dibuat oleh Loop Now Technologies, perusahaan baru yang berfokus pada aplikasi mobile konsumen generasi mendatang.

Mirip dengan TikTok yang memungkinkan pengguna untuk memposting video pendek 15-detik, Firework memungkinkan pengguna untuk membuat video 30 detik dan dengan “Reveal”, teknologi yang sedang dipatenkan.

Inovasi itu akan memungkinkan pencipta untuk mengambil video horizontal dan vertikal dalam satu pengambilan dari video mereka melalui perangkat selular.

Aplikasi ini saat ini tersedia di smartphone iOS dan Android dengan lebih dari satu juta pengguna terdaftar. Firework telah menunjuk Sunil Nair sebagai CEO dan MD untuk operasinya di India.

“Visi saya untuk Firework di India adalah menjadi lebih relevan dan memberi pengguna kami setiap kesempatan untuk tetap bermakna dan mengalami pengalaman baru dengan mulus dari lensa mereka,” kata Nair dalam sebuah pernyataan.

Pada November 2018, Facebook juga diam-diam merilis aplikasi yang berdiri sendiri bernama “Lasso” untuk bersaing dengan TikTok.

Dengan Lasso, yang saat ini tersedia di AS, pengguna dapat merekam sendiri tarian dan sinkronisasi bibir dengan musik, mirip dengan apa yang dapat mereka lakukan di TikTok.

Selain itu, Facebook baru-baru ini mengikat mantan karyawan Google Jason Toff untuk portofolio kunci dan spekulasi tersebar luas tentang raksasa jejaring sosial yang sedang mempersiapkan peluncuran global aplikasi berbagi video pendek.

Jika rencana Google untuk mengakusisi Firekwork berjalan mulus, tentu saja akan membuat kompetisi di aplikasi berbagi video pendek semakin ketat. Termasuk di Indonesia, dimana TikTok sudah lebih dulu popular.

Sejak masuk ke Tanah Air pada 2007, TikTok mengklaim menjadi aplikasi hiburan nomor 1 di App Store. Pada akhir 2018, TikTok mengumumkan 10 juta pelanggan aktif di Indonesia.

Tahun lalu, TikTok menerima penghargaan dari Google Play sebagai “Aplikasi Paling Menghibur” dan “Aplikasi Terbaik”.

Fenomena TikTok bukan cuma di Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia terutama kawasan Asia. Pada Juni 2018, pengguna aktif TikTok di seluruh dunia, mencapai 150 juta.

Sepanjang Q1-2018, TikTok mengukuhkan diri sebagai aplikasi paling banyak diunduh yakni 45,8 juta kali. Jumlah itu mengalahkan aplikasi populer lain semacam YouTube, WhatsApp, Facebook Messenger, dan Instagram.

sumberhttps://selular.id/2019/10/google-berencana-akuisisi-pesaing-tiktok-firework/

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply