Gandeng Huawei, XL Axiata Terapkan Digitalisasi Bisnis

Jakarta, Selular.ID – XL Axiata dan Huawei menyepakati kolaborasi dalam hal digitalisasi bisnis yang meliputi perencanaan jaringan, pengiriman proyek dan operasi jaringan, serta digitalisasi penjualan dan pemasaran, yang akan dihadirkan melalui penggunaan penggunaan Artificial Intelligent (AI) serta platform dan tools inovatif untuk Data Science.

Kolaborasi ini akan membantu XL Axiata dalam pengambilan keputusan secara lebih cepat dalam pembiayaan kegiatan pemasaran, perencanaan jaringan, serta pelaksanaan proyek yang pada akhirnya mempersingkat TTM dan meningkatkan efisiensi.

Perjanjian kerja sama ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan digitalisasi XL Axiata untuk memberikan dukungkan sepenuhnya terhadap gaya hidup digital, menghadirkan beragam produk dan layanan yang senantiasa merujuk kepada kebutuhan pelanggan, serta untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Presiden Direktur dan CEO XL Axiata Dian Siswarini, mengatakan “Kemitraan ini mendukung dan memperkuat komitmen strategi 3R XL Axiata. Pertama adalah Revamping atau pembenahan yang melibatkan pengalihan model bisnis telekomunikasi ‘dari berbasis volume ke berbasis nilai untuk memotong churn rate dan menciptakan lingkungan bisnis yang lebih berkelanjutan. Kedua adalah Rising Up the ‘Segment Ladder’ yang berarti mengembangkan model bisnis kohesif untuk memberikan akses kepada lebih banyak orang dengan menggeser proposisi nilai harga rendah untuk kemudian memberikan layanan bernilai tinggi di bawah merek XL. Ketiga adalah Reinvent yang merupakan bagian transformasi digital dari kesetaraan 3R, mencerminkan tujuan jangka menengah hingga jangka panjang dalam bervolusi dari sebuah perusahaan telekomunikasi menjadi pemain digital yang kuat.”

XL Axiata terus menampilkan semangat kepeloporannya dalam mentransformasi digitalisasi dengan proses digitalisasi, menyediakan produk-produk inovatif dan mengembangkan jaringan infrastruktur data yang lebih cepat, lebih baik, dan lebih kuat untuk memenuhi kebutuhan serta menciptakan kepuasan pelanggan.

Hasilnya, XL Axiata saat ini berhasil memimpin industri dengan capaian 86% penetrasi smartphone dan 87% pendapatan layanan yang dibukukan pada semester pertama 2019 berasal dari Data. Pertumbuhan yang cepat pada jumlah pengguna data smartphone ini telah mengubah perilaku dan harapan pelanggan. Untuk terus mampu mengadopsi produk-produk serta layanan yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan dengan cepat, XL Axiata kian mengintensifkan strategi digitalisasi di seluruh prosesnya dan kegiatan operasi yang berfokus pada bisnis data.

President of Southern Pacific Region, Huawei Technologies, Jeffery Liu, mengatakan “Sebagai enabler terpenting di dunia digital, operator telekomunikasi sudah seharusnya menjadi pelopor digitalisasi. Melalui transformasi digital, mereka dapat membentuk kembali model bisnis dan operasionalnya agar makin gesit dan efisien. Seperti kita ketahui, data telah menjadi kekuatan penting yang mampu menjadi pendorong terwujudnya keberhasilan bisnis. Konvergensi data dan analitik akan membantu operator telekomunikasi untuk menghasilkan nilai bisnis yang lebih di era 4G dan 5G. Untuk mewujudkannya, diperlukan pengintegrasian serta proses bisnis, jaringan dan data eksternal yang efektif dengan memanfaatkan AI, Big data, dan model algoritmik.”

Lebih jauh lagi Jeffrey Liu mengatakan digitalisasi akan menjadikan sinergi antara strategi, bisnis dan jaringan makin berdayaguna. Ini melibatkan keseluruhan matarantai ekosistem termasuk Telco, vendor, sub-kontraktor, saluran, dan lain-lain. “Kesimpulannya, transformasi digital menjadi sebuah keharusan, bukan sekadar pilihan bagi industri Telekomunikasi, dan keterbukaan serta kolaborasi menjadi sangat penting baik bagi perusahaan telekomunikasi beserta para vendornya,” katanya.

Pada saat yang sama, XL Axiata menggunakan platform tervirtualisasi tunggal yang diberdayakan oleh alat analisis data berbasis AI untuk mengintegrasikan berbagai data dari sumber internal dan eksternal. Sistem ini menghasilkan skenario yang berorientasi pada pemodelan data, mendukung XL Axiata untuk merancang dan menampilkan kasus-kasus penggunaan yang berhasil di berbagai domain, seperti peningkatan kinerja para peritel dan jaminan pengalaman High Value User. Dengan cara ini, XL Axiata dapat memprediksi akuisisi dan retensi pengguna di tingkat penjualan individu.

Melalui prakiraan lalu-lintas Artificial Intelligence (AI), XL Axiata mampu membuat prakiraan trafik jaringan dengan tingkat akurasi tinggi hingga 12 bulan ke depan dan mampu memprediksi masalah kapasitas jaringan yang berpotensi terjadi. Berkat kemampuan tersebut, XL Axiata dapat membuat keputusan cepat dan tepat untuk mengambil tindakan proaktif guna meminimalkan penurunan kualitas jaringan atau kemacetan, dan terus meningkatkan pengalaman pengguna.

Kemampuan-kemampuan tersebut di atas sangat penting bagi XL Axiata dalam mengantisipasi kedatangan 5G. XL Axiata juga telah mengambil langkah-langkah strategis yang kuat untuk mengadopsi digitalisasi pada seluruh proses dan operasinya.

sumberhttps://selular.id/2019/10/gandeng-huawei-xl-axiata-terapkan-digitalisasi-bisnis/

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply