ATSI: Investasi Sistem EIR, Jangan Bebankan Seluruhnya ke Operator

Jakarta, Selular.ID – Pada 12 September lalu Asosiasi Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), telah memberikan 10 rekomendasi terhadap peraturan tersebut, dan salah satunya tentang pengadaan investasi sistem International Mobile Equipment Identity (EIR) yang biayanya cukup mahal.

Hal tersebut diungkapkan Merza Fachys,
Wakil Ketua Umum ATSI, dijelaskan Merza, biaya pengadaan EIR bisa mencapai US$40 juta atau sekitar Rp564 miliar. Padahal operator tidak mendapat keuntungan dari regulasi ini, sehingga mereka merasa berat harus mengeluarkan dana sebesar itu.

Menurutnya, pengadaan investasi sistem EIR yang diadakan setiap operator seluler, yang tersambung ke jaringan bergerak seluler melalui IMEI, untuk tidak dibebankan seluruhnya ke operator seluler.

Dikatakan Merza, semua tahu kajian ini dikarenakan pemerintah mengalami kerugian Rp2,8 triliun per tahun akibat ada ponsel ilegal atau black market. Nah sistem itu diharapkan bisa menjadi solusi.

“Pembebanan investasi harus dicari jalan keluarnya. Kita ingin tegas, tapi jangan semua (investasi). Ada porsinya masing-masing,” tutur Merza.

Sebagai catatan, EIR terbukti mengatasi peredaran ponsel Black Market (BM). Sejumlah negara seperti Pakistan, India dan sebagainya sudah menggunakan sistem pendeteksi IMEI.

Untuk menerapkan sistem ini dibutuhkan peran serta provider, vendor smartphone, pemerintah negara itu sendiri
Namun untuk penerapan EIR ini dibutuhkan biaya yang cukup besar.

Dilansir dari berbagai sumber, EIR merupakan sebuah sistem yang terdiri dari software dan hardware yang dapat mendeteksi IMEI sebuah ponsel. EIR bekerja dengan mendeteksi IMEI smartphone.

Setelah mendeteksi IMEI, EIR akan mengelompokkan ponsel legal dan ilegal berdasarkan IMEI yang terdaftar. Nantinya, daftar tersebut akan memuat sejumlah smartphone yang resmi dan tidak resmi. Data ponsel resmi dan ilegal tersebut akan diserahkan kepada pemerintah dan provider.

Baca Juga :Gegara SIBINA Aturan Validasi IMEI Ponsel Ilegal Ditangguhkan?

Jika terbukti ilegal, ponsel tersebut akan diblokir. Peran serta provider sangat dibutuhkan dalam mendeteksi IMEI. Setelah diblokir, ponsel tidak dapat menggunakan jaringan telekomunikasi.

Selain itu, EIR akan memuat data jumlah jenis smartphone serta pertumbuhan dan penurunan pengguna jaringan provider. Data tersebut akan dilaporkan pada harian, mingguan, bulanan serta tahunan.

Tak hanya mendeteksi ponsel ilegal, teknologi EIR ini dapat mendeteksi ponsel yang hilang atau dicuri. Pengguna yang kehilangan ponsel dapat melaporkan kepada provider melalui EIR. Setelah laporan diterima, provider langsung memblokir jaringan pada ponsel yang hilang atau dicuri tersebut.

sumberhttps://selular.id/2019/09/atsi-investasi-sistem-eir-jangan-bebankan-seluruhnya-ke-operator/

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply